REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia yang bertujuan untuk membangun kerja sama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Penekenan itu dilakukan paska peluncuran Strategi Nasional Lahan Basah di ruang pertemuan Monas I Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, Jumat (3/2).
Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki keinginan besar untuk memajukan sumber daya manusia yang beriringan dengan menciptakan sumber daya alam yang produktif dan lestari. Apalagi Kabupaten Tapsel memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk di dalamnya daerah reservasi air pada kawasan Hutan Batang Toru.
“Di dalam Hutan Batang Toru ditemukan flora dan fauna yang cukup langka, seperti Orang Utan Tapanuli yang merupakan salah satu spesies dari genus Orang Utan. Kemudian Harimau Sumatera, Kantong Semar, hingga Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus),” terang Bupati.
Lanjut Bupati, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan tentu dapat dicapai jika dikerjakan bersama-sama dengan berbagai pihak. Maka, pihaknya mengaku membutuhkan pakar dan pemerhati untuk membantu Kabupaten Tapsel ke depannya agar visi misi menjadikan masyarakat lebih sehat, cerdas, dan sejahtera bisa terwujud.
Penekenan MoU untuk empat tahun oleh Ketua Pengurus Yayasan Cakrawala Indonesia Meizani Irmadhiany, yang dihadiri perwakilan dari dinas-dinas terkait yang nantinya akan menindaklanjuti pelaksanaan MoU tersebut, juga bertujuan untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan untuk konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
“Kemudian, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk pencapaian tujuan di Kabupaten Tapsel. Ini diupayakan dapat berkontribusi dalam pengelolaan lanskap bernilai konservasi tinggi di Kabupaten Tapsel seluas 358,811.72 Ha,” jelasnya.
Selain bernilai konservasi tinggi karena keanekaragaman hayatinya, kata Bupati, bentang alam Tapsel juga menyediakan jasa ekosistem seluas 173.993 Ha bagi masyarakat di dalamnya, diantaranya sebagai penyedia air, pengendali banjir, hingga pencegah kebakaran hutan dan lahan.
Dalam hal ini kami berterima kasih kepada teman-teman yang sudah melakukan pendampingan di lapangan. Tidak hanya berhubungan langsung dengan kegiatan konservasi, juga pendampingan agar masyarakat menambah pendapatannya seperti membuat compost block, sedotan boba, ternak dan pengolahannya. Sehingga pemerintah bisa ikut mendorong agar kegiatan masyarakat dalam kelompok ini bisa dikeluarkan nomor induk berusaha, sertifikat kehalalan dan akses masuk dalam katalog elektronik.
Dengan demikian usaha kelompok masyarakat ini bisa bekerja sama dengan pemerintah dari berbagai lapisan, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan sampai desa dan kelurahan. Ini akan lebih membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Konservasi Indonesia (KI) dengan senang hati menyambut undangan dari Bapak Bupati. Kami akan terus mendukung kabupaten ini dalam mewujudkan masyarakat Tapanuli Selatan yang bermartabat dalam lingkungan karena ekologinya yang terjaga serta alamnya yang bersih dan indah, sambut Meizani Irmadhiany sebelum penandatanganan dilakukan.
Melalui penandatanganan ini, Konservasi Indonesia akan melanjutkan kegiatan sawit berkelanjutan terhadap ±1.010 petani, peningkatan kapasitas kelompok tani hutan dalam mengelola ekosistem hutan seluas 159 hektare, hingga pengembangan mata pencaharian alternatif terhadap 150 masyarakat di ekosistem gambut.
Lebih dari itu, Konservasi Indonesia juga akan mendukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam pengelolaan bentang alam secara berkelanjutan melalui berbagai studi, diantaranya pengelolaan tata ruang pada Kawasan Strategis Agromarine Muara Opu yang menjadi habitat bagi satwa Penyu Belimbing yang langka dan dilindungi.
Implementasi MoU untuk periode 2023 – 2027 akan dilanjutkan melalui pembuataan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan dan Konservasi Indonesia.
Konservasi Indonesia merupakan yayasan nasional yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Kami percaya akan pentingnya kemitraan multipihak yang bersifat lintas sektor dan yurisdiksi untuk mendukung pelestarian lingkungan di Indonesia.
Bermitra dengan Pemerintah dan para mitra, kami merancang dan menghadirkan solusi inovatif berbasis alam serta pendekatan strategi pengelolaan bentang alam dan bentang laut yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang bagi masyarakat dan alam Indonesia.
Laporan : Aldi Pahrurroji
Tags: tapanuli selatan
-
Menparekraf Ajak MS Glow Bahas Kiat Sukses Kembangkan Bisnis di Masa Pandemi
-
Jalan Berlubang dan Berbahaya, Polisi Turun Tangan
-
Akhir Tahun ke Maluku Utara, Kemendagri Monev dan Asistensi Realisasi APBD dan Penanganan Inflasi
-
Polsek Pallangga Benahi Ruang Tahanan, ini Tujuannya
-
Temui Ketua DPD RI, Gekraf Jatim Minta Dukungan Pengembangan SDM
-
Bupati Tapanuli Selatan : Era Teknologi Saat Ini, Inovasi Jadi Kunci Atasi Barbagai Kesulitan
-
“Berkah Ramadhan” Polwan Polres Aceh Tamiang Salurkan Bansos Bagi Warga Yang Membutuhkan
-
Polda Kepri Dan Jajaran Melaksanakan Patroli Malam Skala Besar Dan Pembagian Bansos PPKM
-
Panglima TNI: Latihan Aksi Khusus Koopssus TNI Merupakan Wujud Sinergitas Tri Matra TNI
-
Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme, Korem 071 Wijayakusuma Gelar Pembinaan.


