REAKSIMEDIA.COM | Surabaya – Integrated Technology Event 2021 (Integrated Smart Infrastructure Development for Smart Cities) di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur digelar sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA dalam laporannya saat pembukaan acara tersebut, Rabu (1/12/2021).
“Kegiatan ini diselenggarakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat, baik pelaksanaan 3M, 4M, dan pelaksanaan swab maupun penerapan aplikasi Peduli Lindungi,” kata Safrizal.

Tak sebatas itu, peserta rapat yang berjumlah 250 peserta, telah dibagi ke dalam dua ruangan untuk menghindari terjadinya kepadatan dan potensi kerumunan. Adapun peserta rapat berasal dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah di Jawa Timur, dan beberapa pemerintah daerah di luar Jawa. Selain itu, hadir pula perwakilan duta besar negara sahabat, institusi asing, industri terkait, serta peserta yang mengikuti secara daring, baik dalam maupun luar negeri.
Kegiatan ITE Smart City Tahun 2021 yang dilakukan secara hybrid ini membahas topik terkait solusi infrastruktur kota cerdas melalui pendekatan data analytics feedback dan adaptability. Harapannya, langkah ini dapat membuka peluang bagi pemerintah daerah dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk berkolaborasi dan berdiskusi dengan industri nasional maupun internasional dalam mewujudkan konsep kota cerdas. Dengan cara itu, diharapkan akan terwujud pembangunan kota yang layak dan berkelanjutan.
“Acara pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kolaborasi antara berbagai kementerian di pusat, pemerintahan daerah, BUMN, BUMD, para expert, masyarakat, dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur perkotaan cerdas yang terpadu dan berkelanjutan,” jelas Safrizal.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sebuah forum untuk saling tukar menukar informasi, pengetahuan, pengalaman dalam kerja sama untuk meningkatkan kapasitas dalam penyelenggaraan pengelolaan perkotaan yang berbasis teknologi digital dengan pendekatan kota cerdas, terutama bagi pemerintahan daerah.
“Sebagai bentuk komitmen Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Adwil untuk mendukung transformasi digital melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam memenuhi standar pelayanan perkotaan dengan pendekatan smart city atau kota cerdas,” tambah Safrizal.
Selain itu, pelaksanaan ITE 2021 juga merupakan bentuk dukungan Kemendagri sebagai national representative ASEAN Smart City Network terhadap penunjukan Indonesia sebagai Presidensi G20 Tahun 2022. Diketahui, salah satu isu dalam agenda G20 pada Tahun 2022 adalah pembangunan perkotaan berkelanjutan. Tak hanya itu, pada hari kedua pelaksanaannya, Kamis (2/12/2021), ITE Forum juga akan memberikan ruang untuk berdiskusi dengan tema seputar strategi terpadu untuk transportasi berkelanjutan.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: surabaya
-
Ditarget 4.500 Orang, TNI-Polri Gelar Vaksinasi Massal Bareng Islam Rabithah Alawiyah di Cibis Park
-
Diduga Sopir Ngantuk, Sebuah Mobil Menabrak Jembatan, 4 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Komisi III Harap Kasus Oknum Peneliti BRIN Diselesaikan Melalui ‘Restorative Justice’
-
Ditinggal Sholat Jumat, Uang 300 Juta Didalam Mobil Raib Digondol Maling
-
Respek Atas Kekurangan Anggaran Pilkada, Kejari Mukomuko Minta Pemda Tunda Pembangunan Rumdin dan Rehab Kantor
-
Tampung Aspirasi, Polsek V Koto Gelar Jumat Curhat Dengan Masyarakat
-
Polri: Lembaga Tidak Perlu Izin Sebar Kuesioner Survei ke Kapolres
-
KPK Diminta Periksa POKJA dan PPK Disdik Kabupaten Bogor, Kok Bisa Kontraktor Dimenangkan Padahal Dokumen TKDN Sudah Kadaluarsa
-
Peduli Sesama Anggota Kepolisian Menjalin Silahturahmi Dengan Berbagi
-
Kapolsek Patebon Gencar Melaksanakan Imbauan Prokes


