H. Husni Sanaba Kuda Hitam Pilkada Kepulauan Sula

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – H. Husni Sanaba.M.Mar.Eng atau yang populer dipanggil Laksamana diperhitungkan bakal menjadi kuda hitam pada pilkada Sula, Maluku Utara 2024. Laksamana yang terkenal disiplin dan berpengalaman sebagai Chief Engineer Foreign Going Kapal tercatat sebagai Balon Bupati Sula pada pilkada 2024 yang diusung Lembaga Kemitraan Pembangunan Nasional (LKPN).

LKPN sendiri berisi tokoh-tokoh dari Indonesia Timur, berkumpul untuk berbuat baik bagi negeri tercinta. Pengurus LKPN merasa terpanggil untuk ikut peduli menata Indonesia yang lebih maju. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi para stakeholder negeri ini. LKPN sendiri ada disetiap provinsi dan saat ini sudah berusia satu dasawarsa.

Sejatinya LKPN memang punya potensi yang luar biasa yang bisa dimanfaatlan untuk menggali potensi negeri yang masih tersimpan.

”Kami merekomendasikan H.Husni untuk maju di Pilkada Kepulauan Sula, Maluku Utara karena beliau adalah kader LKPN yang baik dan mumpuni. Pengalamannya sangat banyak dan beliau juga putra daerah yang berprestasi, bersih dan jujur,” tandas Hj. Selaku Sekjen LKPN.

Menanggapi sokongan LKPN terhadapnya, H.Husni berucap terima kasih dan in sya allah akan menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Kepulauan Sula, Maluku Utara yang kebih baik lagi.

Lalu konsef apa yang Laksamana tawarkan untuk membangun Kabupatem Sula, utamanya bagi kesejahteraan masyarakatnya? Laksamana mengusung <span;>Sula Bagila (bersih) dan Sula Mawita (bercahaya). Ini adalah 2 kosa kata Sula yang terhubung dan terkait erat satu dengan lainnya. Misalnya Sula Mawita terwujud apabila Sula Bagila.
<span;>Untuk Menciptakan Sula Mawita maka Sula harus bagila. Sula yang bersih dan terang benderang. Sula Bagila yang harus dielaborasi / dijabarkan di dalam Pengelolaan Pemerintahan Kab. Kepulauan Sula.

Menurut Laksamana, ada dua point penting yang perlu dijelaskan. Dua point penting tersebut adalah Bersih Pemerintahan (Clean Governance) baik itu bersih administrasi (tertib administrasi) maupun bersih belanja keuangan semisal pemanfaatan keuangan daerah yang harus bersih dari praktek korupsi, kolusi dan neopotisme. Dengan demikian terciptalah sebuah pemerintahan yang baik (good governance).

Selain itu harus Bersih Alam Kab. Kepulauan Sula, yaitu Bumi/tanah, air dan udara Kab. Kepulauan Sula harus bersih agar dapat menunjang keberlangsungan hidup masyarakat, flora dan fauna setempat.

“Untuk menciptakan Alam Kab. Kepulauan Sula maka harus dimulai dari bersih diri, bersih lingkungan sekitar. Bersih diri terkait dengan komitmen, integritas tanggung jawab moral dalam segala hal sehingga tercipta innerbeauty (keindahan dari dalam diri) yang memberikan dampak bagi setiap orang yang berada di sekitarnya,” urai Laksamana.

Ia menambahkan, bersih lingkungan misalnya tata cara pengelolaan sampah yang baik dan benar mulai dari hulu sampai ke hilir. Reboisasi atau penanaman hutan untuk mencegah erosi, pencemaran udara. Misalnya revitalisasi hutan bakau yang rusak. Penanaman pohon di sepanjang areal bantaran sungai Revitalisasi hutan yang rusak akibat penebangan liar, ladang berpindah, serta penebangan oleh perusahaan pengelola kayu bulat yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga:  Hadiri Malam Puncak HUT ke-35 IPPAT, Menteri ATR/Kepala BPN Imbau PPAT untuk Bantu Masyarakat Selesaikan Masalah Pertanahan

“Revitalisasi fauna misalnya penangkaran rusa, burung maleo dan burung Nuri khas pulau Mangoli. Dan lain sebagainya,” tandas Laksamana saat ditemui dalam acara pemberian santunan perayaan satu dasawarss LKPN.

Laksamana mengurai lebih jauh lagi. Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) untuk kepentingan Ekonomi, menurutnya harus sesuai dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) baik secara kuantitas maupun kualitas.

Karena itu data BPS Sula sangat penting dipaparkan terkait dengan jumlah penduduk, mata pencaharian (jumlah tenaga kerja yang tersedia) di berbagai sektor yang ada.

“Sudah barang tentu sektor pertanian adalah sektor yang paling dominan
Kemudian ketersediaan SDM baik jumlah maupun kualitas yang menempati masing masing sektor. Lalu ketersediaan infrastruktur misalnya, jalan, listrik, air bersih, pendidikan, perkantoran, perhotelan, penginapan, pasar, pertokoan dan sebagainya,” jelas Laksamana.

Selain itu, H. Husni yang didapuk sebagai Dewan Pembina LKPN H. Husni menegaskan Terkait pengelolaan sampah di Kab. Kepulauan Sula-Provinsi Maluku Utara (khususnya kota Sanana), Laksamana memberikan beberapa catatan kepada pemda Kepulauan Sula .

”Penanganan masalah sampah setahu saya bukan hanya mengumpulkan kemudian mengangkut ke TPA atau tempat pembuangan akhir, tapi juga ada proses pemilahan sehingga sampah yang ada bisa dikelola sebagai sesuatu yang berguna, misalnya untuk pupuk, atau sebagai pakan ternak,” ucap pria yang dikenal ramah ini.

“Pemilahan sampah itu bisa dimulai dengan Pemda Sula melalui dinas teknis menyediakan tempat sampah yang berbeda warna sesuai jenis sampahnya,” kata Laksamana.

Misalnya bak sampah warna hijau untuk sampah organik, kuning non organik, merah untuk yang mengandung B3 atau bahan berbahaya. Kemudian warna biru untuk sampah kertas, kemudian lakukan sosialisasi ke masyarakat.

Pria yang diperhitungkan menjadi kuda hitam pada pilkada Sula 2024 ini menyarankan kepada Pemda Sula agar selain membangun kesadaran kolektif kepada masyarakat kota Sanana, dirinya juga menghimbau agar menjalin kerjasama dengan pihak desa dalam penanganan masalah sampah ini.

Untuk itu Laksamana menghimbau, agar Pemda Sula terbuka menerima kritikan dan masukan demi untuk perbaikan negeri.

”Semoga dengan masukan kita, kritikan kita menjadi semangat untuk pemerintah daerah dalam konteks membangun Sula menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Laporan : Ria Satria

Tags: