Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Pria ini Dianiaya Hingga Babak Belur

REAKSIMEDIA.COM | Ternate, Maluku Utara – Kuasa Hukum Buaiman Usemahu salah satu korban pemukulan oleh oknum Polisi yakni Armin Soamole SH, menjelaskan melalui Pesan Whatsapp kepada awak media, bahwa telah terjadi salah tangkap oleh oknum Polisi kepada Kliennya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 26 September 2021, sekitar Pukul 3.40 WIT pagi, di mana Masalah ini terpicu ketika salah satu Anggota Polisi dihajar massa di lokasi hiburan malam atau Qbeat, tepatnya di depan Ruko Jatiland, Kelurahan Kampung Makassar Kecamatan Ternate Tengah Kota Madya Ternate Provinsi Maluku Utara.

Dari peristiwa kejadian tersebut, pihak Kepolisian kemudian mencari oknum-oknum yang memukul anggota polisi tersebut, namun beberapa dari Anggota Polisi tersebut, salah menangkap pelaku yang dicari, ternyata yang di tangkap adalah Buaiman Usemahu yang lagi duduk di trotoar depan Kantor Disperindag Kota Ternate, dan selanjutnya dibawa ke Gedung Sabhara Polda Malut yang berlokasi di lingkungan Polres Ternate.

Sesampainya di Gedung Sabhara, Buaiman Usemahu (korban salah tangkap) tersebut diberikan beberapa pertanyaan terkait dengan kasus pemukulan anggota polisi oleh massa, tetapi Buaiman Usemahu mengatakan kalau kejadian pemukulan anggota Polisi tersebut, tidak tahu-menahu lantaran dirinya adalah bukan salah satu atau pelaku yang ikut terlibat dalam aksi pengoroyokan anggota polisi tersebut.

Namun walaupun sudah diberikan penjelasan kebeberapa para oknum Polisi tersebut, namun bukannya oknum polisi tersebut melepaskan Buaiman Usemahu, karena tudak ada bukti kuat, malah sebaliknya, beberapa oknum anggota Polisi, tetap saja menendangnya dengan sepatu laras dan memukul hingga badan dan muka korban mengalami cedera.

Menurut keterangan Buaiman Usemahu korban salah tangkap tersebut, bahwa saat itu, dirinya sedang ada duduk-duduk di sekitaran Kantor Disperindag, dan tidak lama ada empat orang anggota polisi datang menghampirinya, dan langsung membawa ke Polres (Gedung Sabhara Polda Malut), setibanya di Kantor Polisi, Buaiman Usemahu di interogasi, dengan menanyakan apakah ikut melakukan pemukulan saat terjadi pengeroyokan kepada anggota polisi, namun Buaiman Usemahu mengatakan, kalau tidak paham dengan masalah pemukulan anggota polisi tersebut, karena merasa memang tidak ikut terlibat dalam pengeroyokan anggota Polisi oleh massa, mendengar jawaban tersebut, akhirnya Buaiman Usemahu di tendang dan di pukul para oknum Polisi tersebut.

Baca juga:  Gus Halim Bahas SDGs Desa di Universitas Khairun

Padahal Buaiman Usemahu saat itu, sudah bermohon dan bersumpah dihadapan Anggota Polisi itu, bahwa kejadian yang ditanyakan kepadanya itu, sama sekali dirinya tidak mengetahui hal tersebut, namun anggota polisi terus menendangnya sampai dirinya tergeletak ke lantai, kemudian satu kaki lagi mengenakan sepatu laras menginjak mukanya hingga melapisi ke permukaan lantai.

Selain itu, Buaiman Usemahu juga sempat mendengar ucapan seorang anggota Polisi kepada dirinya, dengan nada ancaman agar Buaiman mau mengakui melakukan perbuatan yang salah.

“Saya ini (seorang polisi) bunuh orang bukan baru kali ini, saya bunuh orang so ulang-ulang jadi saya tara tako bagini-bagini,” tutur Buaiman menirukan suara ancaman itu.

Namun tidak lama, menurut Buaiman Usemahu, akhirnya beruntung datang dua anggota Polisi dan menjelaskan kalau Buaiman Usemahu ternyata bukan pelakunya, dan akhirnya Buaiman Usemahu dibawa langsung ke sebuah kos-kosan sekitar jam 6 pagi yang tidak jauh dari kantor Polda Malut, dan di tempat tersebut Buaiman Usemahu dilakukan perawatan beberapa luka di tubuh dan lebam bagian muka dan diberi obat oleh Polisi yang menyelamatkannya, dan sebelumnya juga Buaiman Usemahu sempat tidak diberikan izin untuk kembali ke rumah tutupnya.

Dan akhirnya Kasus ini pun sudah dilaporkan keluarga Buaiman Usemahu salah satu korban salah tangkap ke Kepolisian dengan nomor : LP/B/92/IX/2021/MALUT/SPKT, dan telah diterima Polisi dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan bernomor: STPLP/92/XI/2021/ SPKT.

Laporan : Rizal

Tags: