Kadis Perkim Tapanuli Selatan : Bantah Dana Bantuan RTLH Di Potong. “Wakil Rakyat Diminta Turun Kelapangan”

REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tapanuli Selatan, Harpan Siregar memastikan bahwa tidak adanya Dana Bantuan dalam program BSPS (Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya). Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni merupakan bantuan swadaya dengan nominal bantuan Rp 17,5 juta untuk setiap penerima.

Demikian dikatakan Harpan menjawab pertanyaan REAKSIMEDIA.COM, rabu (26/01/2022) terkait keluhan sejumlah warga penerima bantuan RTLH TA.2021 yang bersumber dari APBD, di Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat.

Sebelumnya mereka mengeluh karena Dana Bantuan yang diterima untuk upah tukang hanya 1,6 juta bahkan mereka juga tidak dilibatkan dalam pemilihan tempat untuk penyuplai bahan Material bangunan yang mereka pesan.Sesuai dalam juknis, seharusnya ketua kelompok penerima bantuan dan TFL harus sama dalam pembelian bahan material tersebut.

Menurut keterangan Harpan Siregar, Program RTLH TA.2021, warga penerima masing-masing mendapat dana bantuan berupa material bangunan dengan dana sebesar 15.9 juta dan untuk upah tukang memang hanya sebesar 1,6 juta, jadi dana untuk upah tukang itu bukan 2,5 juta kata kadis dalam bantahannya.

Ditanya kenapa warga penerima bantuan di Desa Sisundung dan juga ketua kelompoknya tidak tahu toko mana penyuplai bahan material serta daptar harga bahan material bangunan, sementara warga penerima, maupun ketua kelompok semestinya harus mengetahui itu, Kadis Perkim Tapsel Harpan Siregar, menjawab “Ya saya tidak tahu”.

Lanjut kadis Perkim Tapsel, dalam program RTLH ini kan ada yang menangani di Lapangan misalnya TFL ( Tim Fasilitator Lapangan ) coba tanya mereka ucapnya.

“Ia menjelaskan bahwa bantuan RTLH ini anggarannya bersumber dari APBD TA.2021 Tapsel, bagi warga penerima bantuan harus memilki swadaya, jika ada warga penerima tidak sanggup ber swadaya maka bantuan untuknya di batalkan, kata Harpan Siregar.

Baca juga:  Pemeran Mak Nyak Si Doel Anak Sekolahan Aminah Cendrawasih Meninggal Dunia

A.M Harahap dari salah satu media cetak dan online, menanggapi pernyataan kadis perkim mengatakan, bantuan RTLH atau BSPS ini dikucurkan kepada rekening masing-masing penerima yang penerima bantuan bisa menunjuk toko bangunan mana yang bisa menyuplai material bangunan yang ingin mereka pesan tapi mengapa di Desa Sisundung ini tidak ada yang tahu toko penyuplai bahan material mereka dan kwitansi barang yang mereka pesan juga tidak ada, ujarnya.

“Untuk mempermudah pengawasan biasanya untuk toko penyuplai bahan material disepakati di desa, toko mana yang ditunjuk,” ungkapnya.

“Dengan tegas A.M Harahap mangatakan dari sini memang program kegiatan ini layak diduga bermasalah karena kesannya seperti ada yang ditutup tutupi pihak Dinas Perkim Tapsel maupun TFL.Ia meminta kepada wakil rakyat (DPRD) Tapsel, untuk segera turun kelapangan menanyakan keadaan yang sebenarnya kepada semua warga penerima RTLH TA.2021 dan jika perlu terlibat langsung dalam pengawasan,” tandasnya.

Laporan : Samsul Bahri Hasibuan 

Tags: