REAKSIMEDIA.COM | Cibinong, Kabupaten Bogor – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 4 Cibinong yang dimulai sejak 13 Juni lalu telah selesai dan berjalan lancar. Namun, dengan sistem zonasi pastinya ada saja keluhan sejumlah pihak, seperti batasnya kuota, jarak rumah ke sekolah hingga minimnya pemahaman masyarakat tentang zonasi.
Namun, menurut sang managerial SMPN 4 Cibinong Dede Permana, justu sebaliknya. Sistem zonasi dinilai mampu menciptakan keadilan sosial dan pemerataan bagi masyarakat.
“Sebenarnya semua kebijakan seleksi siswa baru, seperti dalam PPDB yang menerapkan sistem berbasis On Line pastinya ini kebijakan yang sudah benar tinggal bagaimana kita menyikapi agar masyarakat tidak salah faham, selain kita sebagai Managerial (Kepala Sekolah red) dilaksanakan dengan baik dan tetap berkomunikasi kepada setiap orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ditempat kita” ujar Dede Permana saat ditemui dirung kerjanya, Senin (18/7/22).

Dede Permana, yang dikenal Hamble dan mau berkomunikasi dengan siapapun ini, apalagi kalangan masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mara awak Media apalagi dengan orang tua maupun Calon Peserta Didik (SCD) di SMPN 4 Cibinong menjelaskan, pemerataan pendidikan sebagai hak anak bangsa memang harus dirayonisasi. Ini juga harus beriringan dengan usaha pemerintah untuk memberikan kualitas sekolah yang merata, maka orangtua tak ragu untuk menyekolahkan anaknya di sekolah mana pun.
“Minimnya pemahaman masyarakat terkait zonasi PPDB harus dijawab dengan memberikan penjelasan langsung kepada para pihak, kami di SMPN 4 terus gencar dari sebelum dimulainya penerimaan Calon Peserta Didik yang baru dan tak henti disetiap Literasi masyarakat yang rendah juga jangan membuat kita lelah untuk tetap memberikan pemahaman tentang kebijakan PPDB ini, tentunya, selain agar PPDB yang berjalan lancar kalau keluhan-keluhan satu dua belah pihak itu biasa,” tutur Dede Permana.

Lebih lanjut, Dede Permana menyarankan orangtua hendaknya memilih sekolah yang memang sesuai dengan minat dan bakat anak. Karena, tidak menjamin sekolah unggulan membuat anak pintar.
“Orang tua harus mampu memahami karakter anaknya, karena semua sudah ada ruangnya masing-masin,anak cerdas bisa masuk jalur prestasi, apalagi di Kabupaten Bogor ada jalur ABK, kurang mampu dan perpindahan orangtua. PPDB itu seleksi, ada yang masuk dan tidak itu wajar,” jelas Dede Permana kepada awak Media.
Laporan : Bambang Ir
Tags: kabupaten bogor
-
Bupati Pinrang Irwan Hamid Turun Langsung Kunjungi warga & Menyerahkan Bantuan dampak Cuaca Ekstrim
-
Gelar Vaksinasi Massal di Kota Tua, TNI-Polri Targetkan 2.000 Orang per Hari
-
Presiden Jokowi Ajak Menteri Luar Negeri ASEAN dan Mitra Menjadi Pemenang yang Terhormat
-
Kompolnas Tanggapi Dumas Projo Karo Terkait Kriminalisasi dan Dugaan Penyerobotan Hutan Siosar
-
Gus Menteri Resmikan Gedung BUMDesma Hasil Transformasi UPK eks PNPM Mandiri
-
Polres Bogor Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan bagi Korban Banjir di Ranca Bungur
-
Imbauan Kapolri ke Masyarakat Hadapi Lonjakan Covid-19: Tak Panik, Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi
-
Kolaborasi Polda Jabar Bersama Mahasiswa dan Organisasi Pemuda Salurkan Bansos Polri Presisi, Sambut Bulan Suci Ramadhan
-
Kapolsek Pabuaran Hadiri Peletakan Batu Pertama Stasiun Giofisika
-
TEGAS DAN PROFESIONAL : Polres Halmahera Utara Berhasil Ungkap Dua Kasus Kriminal, Amankan Belasan Barang Bukti!

