Koramil 428-04/Pondok Suguh Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia Damai

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Komando Rayon Militer (Koramil) 428-04/Pondok Suguh Kodim 0428/Mukomuko menggelar Doa Bersama, acara yang digelar di Makoramil 04/Pondok Suguh turut dihadiri Danramil 04/Pondok Suguh dan Anggotanya, Ketua Persit Ranting Pondok Suguh dan jajajran, Tokoh Masyarakat dan para anak yatim piatu serta ustadz Dedi Hartono sebagai pembawa doa keselamatan untuk Indonesia Damai, Minggu Sore (31/8/25).

Seusai Sholat Ashar, Danramil 04/Pondok Suguh Kapten CBA F Barus dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Doa Bersama tersebut sebagai bentuk permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar dinamika bangsa yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari potensi perpecahan sosial, ancaman disinformasi di ruang digital, hingga ketidakpastian global, doa bersama ini menjadi wujud harapan agar Indonesia senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan merawat kebhinekaan.

“Doa yang terpanjatkan juga menjadi simbol tekad TNI untuk selalu berdiri bersama rakyat dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa,” ucap Kapten Barus.

Dilanjutkan Danramil, bahwa doa bersama ini juga untuk keselamatan bagi Kabupaten Mukomuko agar terhindar dari perpecahan serta senantiasa berada dalam suasana aman dan damai.

“Doa bersama dilaksanakan agar tidak terjadi hal hal yang buruk dan hal hal yang tidak baik serta tidak kita inginkan di Kabupaten Mukomuko kedepannya pasca demo di berbagai wilayah di Indonesia, supaya Kabupaten Mukomuko selalu aman dan damai,”:pungkas Kapten Barus.

Kegiatan ditutup dengan tausiyah singkat yang disampaikan ustadz Dedi Hartono untuk meneguhkan pentingnya menjaga persatuan, kesabaran, dan solidaritas nasional melalui doa yang dipanjatkan bersama.

Dalam kesempatan itu, Danramil 04/Pondok Suguh juga memberikan santunan kepada anak anak yatim piatu yang turut hadir dalam acara Doa Bersama tersebut.

Baca juga:  Kemendagri Kirim Tim ke Papua Bahas Kelanjutan Beasiswa Mahasiswa Papua di Luar Negeri

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: