REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menganugerahkan penghargaan Kota Layak Anak tingkat Nindya kepada Kota Sukabumi.
Penganugrahan ini dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi dan jajaran Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sukabumi.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1 Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan bahwa, Kabupaten dan Kota layak anak merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan melalui pengintegrasian komitmen bdan sumber daya pemerintah masyarakat, media dan dunia usaha yang terncana secara menyeluruh dan berkelanjutan, dalam bentuk program dan kegiatan yang ditunjukan untuk menjamin kebutuhan anak perlindungan khusus anak.
Sementara itu untuk penghargaan kota layak Anak diberikan kepada Kabupaten dan Kota yang memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pemenuhan hak Anak.
“Sedangkan Wali Kota Sukabumi mengatakan bahwa ia sangat bersyukur karena kota Sukabumi meraih kembali penghargaan Kota Layak Anak tahun ini, bahkan naik tingkat dari Madya menjadi Nindya, hal ini merupakan salah satu bukti kolaborasi antara semua pihak dalam pembangunan yang mengakomodir hak anak,” ungkap nya.
Laporan : Lelly
Tags: sukabumi
-
Polres Batang Beri Reward untuk Personel Berprestasi
-
Mendagri Lantik Kasat Manggala Praja dan Kasat Bina Pelatihan Praja IPDN
-
Percepat Vaksinasi Warga, Polres Kendal Jemput Bola
-
66 Peserta Calon P-TPS Kecamatan Mattiro Sompe, 4 Orang Absen Tidak Ikuti Tes Wawancara
-
Antisipasi C3, Polsek Limbangan Laksanakan Patroli BLP dan KRYD di Obyek Vital Wisata
-
Menparekraf Sebut “De Balen Soultan Hotel” Amenitas Berkualitas di Poltekpar Lombok
-
LaNyalla Imbau Masyarakat Cermati Penawaran Haji Furoda
-
Pertama Kali Dalam Sejarah KKP, PNBP Subsektor Perikanan Tangkap Capai 700 Miliar
-
Ditjen Dukcapil Dorong Pelayanan di 15 Kabupaten 3T
-
Tak Tahu Hukum di Indonesia, Seorang Pria WNA di Magelang Beli Puluhan Pil Psikotropika Secara Online

