REAKSIMEDIA.COM | Banyuwangi – Gandrung sewu merupakan festival sendra tari yang sangat spektakuler, sampai sampai pesona tarian gandrung ini bahkan sudah memikat banyak perhatian wisatawan mancanegara maupun pejabat Negara.
Tetapi, festival gandrung sewu 2023 kali ini menjadi perbincangan hangat, di karenakan pagelaran ini tidak bisa di nikmati masyarakat secara gratis, hal ini di sebabkan pertunjukan berada di tempat wisata marina boom milik Pelindo, yang notabennya sudah komersil.
Hal ini, banyak menyebabkan banyak pertanyaan di berbagai kalangan yang menganggap Dinas Kebudayaan Pariwisata (DISBUDPAR) Banyuwangi di duga ada main terkait pertunjukan gandrung sewu ini.
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi Nur Muzayyin, saat di mintai tanggapan pada Minggu sore menjelaskan, seharusnya pertujukan semua yang di gagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) harus gratis.
Kalau terkait grandrung sewu ini seharusnya tempat evennya yang di ganti bukan monotune disitu saja, di karenakan gandrung sewu itu bukan tradisi melainkan pertunjukan katanya saat di wawancarai di kantornya.
Ketua PWRI Banyuwangi menambahkan kalau acara di laksanakan disana tiap tahun, itu berarti Pemerintah memajukan perekonomian Pelindo Property Indonesia (PPI) sebagai pengelola wisata disitu.
Padahal festival ini diadakan dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan penghasilan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti pedagang cilok, bakso dan penjual es supaya bisa naik kelas seperti program yang sudah di canangkan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, teryata kenyataannya terbalik pelaku UMKM tidak mendapatkan hasil dari festival gandrung sewu yang sangat spektakuler itu.
“Saya menyarankan kepada Disbudpar Banyuwangi supaya pagelaran sendra tari gandrung sewu di tahun berikutnya bisa bergantian di tempat yang lain,” imbuhnya, Minggu (23-09-23).
Dalam hal ini, Sekertaris Lembaga Pengawasan Republik Indonesia (LPRI) Banyuwangi, Nanang Rama Biyadin juga ikut angkat bicara terkait gandrung sewu, dia menjelaskan acara gandrung sewu di adakan di wisata marina boom seolah di paksakan oleh Disbudpar Banyuwangi, di karenakan semua masyarakat hingga Pemda tahu kalau tempat disitu sudah di komersilkan semenjak di ambil alih sama Pelindo.
“Kok masih di paksakan disitu, ini yang perlu di awasi,” terangnya.
Nanang juga menegaskan bahwa sumber anggaran acara Gandrung Sewu perlu dipertanyakan, karena ada dugaan informasi masyarakat sekolah yang mengirimkan siswinya mengeluarkan biaya sendiri.Selain itu, kami juga menduga pertunjukan ini di buat ajang bisnis antara Disbudpar dengan PPI,” tegasnya.
Laporan : Brenson
Tags: Banyuwangi
-
Berikan Penghargaan dan Sambut Satgas Konga Unifil, Pangdam XIV/Hsn: Bekerja Yang Lebih dan Cerdas
-
Sinergitas, Kejari Mukomuko Gelar Jalan Santai Bersama Insan Pers di Moment HBA ke 63 dan IAD ke 23
-
Polres Jepara Tangkap Satu Tersangka Pelaku Pembuat Penjual Miras Oplosan
-
Tertunda 3 Tahun, Perundingan Kerja Sama Perbatasan Darat Indonesia-Papua Nugini Kembali Digelar
-
Kurang dari 24 jam, Satresnarkoba Polres Way Kanan Berhasil Bekuk Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda
-
315 Calon Bintara Polri dan 10 Catar Akpol lolos seleksi Panda Sulteng
-
Program Quick Respon Polres Kendal Diapresiasi Masyarakat
-
Sadana Meminta Polda Lampung Agar Usut Yang Membekingi Tambang Emas ilegal yang Berada di Lahan PTPN VII AFD Bapu
-
Gempar !!! Di Polanharjo Klaten Jawa Tengah, Menguburkan Peti Mati Tanpa Ada Jenazahnya
-
Di Duga Pemasangan Kabel Listrik Asal-Asalan



