REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menerima audiensi Roman Iqbal Amirullah, siswa berprestasi lulusan MTs. Negeri 1 Tangerang Selatan, Banten, yang berhasil diterima di SMA Taruna Nusantara. Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai tukang, Iqbal menjadi contoh keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan terbaik.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta Rabu (1/7) lalu, Menteri Iftitah menyampaikan apresiasi atas prestasi Iqbal sekaligus berpesan agar latar belakang keluarga tidak pernah dijadikan alasan untuk membatasi cita-cita.
“Jangan pernah merasa minder karena berasal dari keluarga sederhana. Latar belakang keluarga bukan penghalang untuk meraih masa depan. Yang menentukan adalah kerja keras, karakter, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Menteri Iftitah.
Menurut Menteri Iftitah, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap sesama.
“Jangan hanya belajar terus untuk mengejar nilai. Yang lebih penting adalah membangun karakter,” tegasnya.
Selain karakter, Menteri Iftitah menekankan pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis sejak dini. Menurutnya, proses belajar harus dilandasi rasa ingin tahu dan pemahaman terhadap tujuan dari ilmu yang dipelajari.
“Kalau mau belajar, harus tahu alasannya kenapa belajar ini. Buka wawasan dan buka peluang,” ujarnya.
Mentrans menjelaskan kemampuan berpikir kritis akan membuat generasi muda lebih adaptif menghadapi perubahan sekaligus mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Iftitah juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.
“Kalau ada teman yang mengalami kesulitan, bantulah. Kita tidak pernah tahu siapa yang suatu saat nanti akan membantu kita,” pesannya.
Menteri Iftitah menilai disiplin, integritas, empati, semangat gotong royong, serta daya juang untuk melampaui keterbatasan merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul. Nilai-nilai tersebut menjadi modal utama untuk mendukung pembangunan nasional, termasuk transformasi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang berwawasan luas, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, Kementerian Transmigrasi berharap semakin banyak generasi muda yang berani bermimpi besar, tidak menyerah pada keterbatasan, serta terus mengembangkan karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan semangat mengabdi bagi bangsa. (AAF)
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: jakarta
-
Peringati Hari Bhayangkara, Polres Kendal Gelar Lomba Menembak
-
Momentum Pilkades Serentak 2021 Beri Kontribusi Sukseskan Program Vaksinasi Nasional Di Kabupaten Mukomuko
-
Ayep Zaki Dorong Peningkatan SDM ASN Lewat Manajemen Talenta dan Pelatihan AI
-
Mewakili Bupati Bogor, Wabup Ade Ruhandi Gaungkan Gemarikan dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Situ Plaza Cibinong
-
Sambut HUT TNI ke-80, Kodim 0428/Mukomuko Karya Bakti dan Bakti Sosial Pembersihan Pasar
-
Berjasa karena Merawat Soekarno dan Kaum Perempuan Korban Tentara Jepang, 2 Dokter Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
-
Kabidpropam Polda Sulsel Lakukan Mitigasi di Polsek Jajaran Polrestabes Makassar
-
Polda Jateng: Pengamanan Laga PSIS vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Sesuai SOP
-
Dampak Kemarau, 260 Hektare Sawah Warga di Pasar Ipuh Terancam Gagal Tanam
-
PT Bank CTBC Indonesia Memberikan Donasi Rp1,5 Miliar melalui Yayasan BUMN untuk Indonesia


