REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 merupakan momen bersejarah sekaligus langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan kawasan transmigrasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“TEP 2026 mengirim sumber daya manusia unggul dan bertalenta ke kawasan transmigrasi guna mendorong aktivitas pembangunan, aksi nyata, dan menciptakan model pengembangan kawasan,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat memberi sambutan Pelepasan TEP 2026, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7).
Sore itu secara resmi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melepas 1.476 anggota TEP. Mereka terdiri dari guru besar, doktor, magister, dan sarjana dari perguruan tinggi unggulan yakni Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.
Mereka disebar ke 53 kawasan transmigrasi yang terbagi dalam 45 kawasan prioritas nasional dan 8 kawasan prioritas Kementrans.
Mereka yang menjadi anggota TEP disebut telah lulus dari tahapan yang ketat dan terukur. Para civitas akademika itu akan melakukan misi selama 4 bulan di kawasan-kawasan yang telah ditentukan untuk merealisasikan hasil riset yang telah direkomendasikan TEP 2025.
“Anggota TEP 2026 ditugaskan untuk menghasilkan model, prototype, desain, dan pendampingan yang dapat langsung diterapkan di kawasan transmigrasi. Target utama adalah menciptakan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan strategis berbasis bukti di lapangan guna mengembangkan kawasan dan pemberdayaan masyarakat,” papar Wamen Viva Yoga.
Lebih lanjut, misi TEP tahun ini tak lagi identifikasi masalah namun sudah pada tahap penyelesaian masalah melalui implementasi program yang terukur dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“TEP 2026 harus mampu menganalisa masalah dan menghadirkan solusi,” tegasnya.
Mereka yang siap dikirim ke berbagai kawasan transmigrasi didorong menjadi bagian dari mata rantai perubahan untuk masa depan Indonesia. Viva Yoga mengucapkan terima kasih kepada perguruan tinggi unggulan atas kerjasama dan koordinasi yang telah dijalin dengan Kementrans.
“Kami sampaikan selamat bertugas, selamat jalan, bangun peradaban di kawasan transmigrasi, dan buktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat hadir sebagai solusi nyata bagi Indonesia,” tutur pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu.
Hadir dalam pelepasan itu di antaranya Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua Velix Wanggai, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T; perwakilan rektorat dari 10 perguruan tinggi unggulan, dan anggota Komisi V DPR.
Tags: jakarta
-
Pasca Dilahap Sijago Merah, Polisi di Gowa Gelar Olah TKP Warung Makan Cang Kuning
-
Empat Inmendagri Diterbitkan, Dirjen Bina Adwil Sebut Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Penanggulangan Covid-19
-
Sat Polairud Polres Kendal Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan Berlayar
-
Menkominfo Pastikan Akses Internet Optimal selama KTT ke-42 ASEAN
-
Bantuan Partai Politik Bermanfaat Dukung Pendidikan Politik
-
3 Artis Kawakan Meriam Belina Afdhal Yusman, dan Megan Domani Berkolaborasi dengan kreator terkenal di SnackVideo
-
Kunjungan Danramil Citeureup dan Camat Babakan Madang ke Mapolsek Babakan Madang dalam rangka Mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara Ke-77
-
Kemendes dan BNI Sepakati Kerja Sama Tuntaskan Masalah Kemiskinan di Desa
-
Hendak Pesta Miras, Puluhan Remaja di Tegal Diciduk Polisi
-
Kapolresta Jambi Pimpin Rapat Percepatan Penyerapan Anggaran Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Di Mapolresta Jambi




