Proyek Tanaman RHL 12,9 M TA. 2019-2021 di Kabupaten Tapanuli Selatan, di Lapor ke KPK RI “Kepling Sironcitan dan Kades Bukkas Malombu Buang Badan”

REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

RHL menjadi salah satu upaya dalam menangani lahan kritis di Indonesia yang mencapai angka 14 juta hektar (tahun 2018), menahan laju degradasi lahan, dan sedimentasi yang sangat tinggi di Indonesia yang mencapai angka 250 ton/km2/tahun.

Perencanaan RHL diawali dari penentuan sasaran lokasi RHL yang diarahkan pada 15 DAS prioritas, 15 danau prioritas, daerah tangkapan air (DTA) waduk/dam, dan daerah rawan bencana yang tersebar di hampir seluruh wilayah tanah air.

Sasaran lokasi tersebut selanjutnya ditapis dengan peta penutupan lahan, peta tingkat bahaya erosi, peta perizinan, dan selanjutnya diverifikasi dengan citra satelit resolusi tinggi untuk dapat menentukan sasaran lokasi yang tepat.

Lokasi RHL di Bukit sebelah Barat Desa Bukkas Malombu, Kec. Angkola Sangkunur, Kab. Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara yang berdekatan dengan Danau Siais, itu sudah tepat lokasinya dibuat pemerintah untuk mengurangi lahan kritis di Indonesia, khususnya di tapsel, yang mana lokasi tersebut bekas pengambilan kayu PT. AGT, apalagi saat ini lokasi dimaksud kian hari kayunya dirambah oleh cukong pengusaha kayu, bahkan di atas bukit ditanami kelapa sawit, yang tidak pantas untuk ditanami, yang seharusnya harus tanaman akar tunggang, sehingga untuk itu pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat kegiatan pembuatan tanaman reboisasi hutan dan lahan (RHL ), demikian dikatakan U. Nauli R. Hasibuan, S.H. ( Sekretaris NGO DPP LIPPAN SUMUT ) di Padangsidimpuan (02/03/2022).

Pelaksanaan proyek pembuatan tanaman RHL TA. 2019 s/d 2021 yang berlokasi di Lingkungan Kerja KPH – X Padangsidimpuan Blok Pardomuan I, II dan III, Kab. Tapanuli Selatan. Nama Pemenang Tender adalah : CV. Citra Taruna Mandiri yang berlokasi di bukit desa Bukkas-Malombu sebanyak 13 paket, di Lingkungan Aek Salak-ALOHA : 12 petak, di gua asom sironcitan : 3 petak, Sironcitan – Air Jadi : 2 petak dan di dusun Aek Suhat, desa gunung baringin Mosa : 3 petak, dengan nilai pagu paket Rp.12.999.287.180,00 yang bersumber dari APBN 2019-2021.

Setelah melihat hasil kinerja dari Perusahaan tersebut di Tahun 2019 ( tahap penananam bibit RHL ), ada dugaan kuat banyak yang tidak ditanam dan dirawat dan terindikasi KKN.
Tahun 2019 penanaman, kegiatannya seperti pembuatan lapangan, pemasangan ajir, pembuatan lubang dan piringan. Kemudian pembuatan gubuk kerja dan papan nama, hingga tahun 2020 dan 2021 tahap perawatan, penyulaman tanaman bibit RHL.

Baca juga:  Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Tapanuli Selatan 15,6 Persen

Sehingga dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah dengan begitu besar 12,9 Milyar, kenyataan di lapangan persentase kinerja tidak sebanding dengan anggaran dimaksud. artinya pemerintah dirugikan milyaran rupiah, sehingga wajarlah proyek RHL tersebut dilaporkan oleh sejumlah wartawan media cetak maupun online ke KPK-RI di Jakarta dengan surat Nomor : 02/PERS/TABAGSEL/LAP/II/2022. tertanggal 24 Februari 2022, tegas Uba Nauli Hsb didampingi rekan Wartawan lainnya pada REAKSIMEDIA.COM.

Seperti yang disampaikan oleh Porman (42) warga Simarpinggan yang sempat diwawancarai oleh sejumlah TIM Wartawan tersebut di cafe pondok kita sekitar Juli 2021 mengatakan “Terus terang saja Saat ini saya dipercayakan oleh pak Midi dan pak Iwan selaku Pemenang Tender CV. Citra Taruna Mandiri untuk menggantikan posisi Novedi Zega ( Kepala Lingkungan Sironcitan, Kec. Angkola Selatan) dan Efendi Lumban Tobing selaku Kepala Lingkungan Aek Salak-Aloha, Kec. Angkola Selatan), karena kedua orang tersebut dinilai Perusahaan TIDAK BECUS melaksanakan tanaman bibit RHL, sehingga pihak perusahaan telah banyak rugi akibat bibit banyak yang dibuang dan tidak ditanam. Kalau kalian laporkan bisa saja itu.

Nah kalau soal Sabrial Siregar selaku kepala Desa Bukkas Malombu, yah.. kalau bisa janganlah dilaporkan atau dikasuskan, karena dia itu famili saya.tegas Porman.

Novedi Zega sendiri pernah mengatakan bahwa Soal kasus RHL , itu tidak urusan saya, tanyakan saja pada perusahaan itu.
Sawaluddin Lubis (42) warga Sidimpuan yang mempunyai kebun di Gua Asom, menyampaikan pada REAKSIMEDIA.COM minggu lalu bahwa kinerja Sabrial Siregar selaku Kades Bukkas – Malombu, dan Koordinator atau Mandor yang dipercayakan oleh Pak Midi, toh sama saja kinerjanya buruk juga, buktinya di lokasi tanaman RHL di bukit sebelah barat desa bukkas – malombu sekitar 20 hingga 25 persen saja dari 300 hektar yang ditanam dan terawat.Tanaman RHL tersebut seperti Bibit Durian, Petai, Jengkol, Ingul, Manggis di lokasi, banyak bibit yang mati dan bibit tak di tanam, tegas Sawaluddin.

Laporan : Samsul Bahri Hasibuan 

Tags: