REAKSIMEDIA.COM | Wakatobi – Euforia masyarakat Wakatobi, khususnya warga Kampung Mola atas diterimanya sertipikat tanah yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo masih begitu terasa. Pasalnya, dengan adanya sertipikat Hak atas Tanah, maka warga Kampung Mola saat ini telah memiliki kepastian hukum atas tanah mereka dan kepemilikannya sah diakui oleh negara.
Bagi warga Kampung Mola, sertipikat tanah menjadi peluang dalam meningkatkan taraf hidup serta ekonomi mereka. Namun, dalam pemanfaatannya perlu diberikan pemahaman pada masyarakat tradisional suku Bajo, agar sertifikat dapat berhasil guna dan tepat guna.
Dalam rangka memberikan pemahaman pemanfaatan sertipikat tersebut, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra mengunjungi Kampung Mola, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/06/2022). Ia menyapa dan berdialog dengan masyarakat setempat.
Kepada masyarakat, Wamen ATR/Wamen BPN kemudian berpesan agar tidak tergesa-gesa dalam mengagunkan sertipikat yang baru saja diterima. “Dengan adanya sertipikat ini, godaan akan banyak nanti, kalau kaget dan tergoda nanti bisa-bisa yang tadinya Bapak/Ibu biasa melaut dengan tenang, menangkap ikan, dengan sertipikat malah pusing,” ujar Surya Tjandra.

Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu keuntungan dari sertipikat adalah mempermudah akses permodalan ke perbankan. Namun, jika pinjaman dilakukan tanpa rencana yang matang, hal ini bisa menjadi bumerang di kemudian hari. “Jadi jangan cepet-cepet digadaikan sertipikatnya, nanti kalau enggak bisa bayar, pas enggak punya sertipikat Bapak/Ibu punya rumah, pas punya sertipikat malah enggak punya rumah lagi,” tutur Surya Tjandra.
Lebih lanjut, Bupati Wakatobi, Haliana menegaskan bahwa fungsi utama dari sertipikat tanah ialah memberi kepastian hukum atas tempat tinggal yang saat ini dihuni warga. “Jadi dengan sertipikat ini menyatakan kalau di sini legal untuk ditinggali selama 30 tahun. Kalau habis nanti diperpanjang lagi,” ujarnya.
Ia berpesan, sebelum warga memutuskan untuk mengagunkan sertipikat, alangkah baiknya warga menunjukkan dan mengasah kemampuan untuk mengelola usaha terlebih dahulu. “Jika pihak bank menilai kita mampu mengembalikan, dalam arti kita mampu mengelola usaha, maka tidak perlu ada jaminan,” jelas Haliana.
Adapun kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ferdinan Sinaga; Kepala Kantor Pertanahan Wakatobi, Erny; dan Presiden Suku Bajo, Abdul Manan. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan _Memorandum of Understanding_ (MoU) antara Kementerian ATR/BPN dengan perusahaan swasta di bidang perikanan, Aruna. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Tags: Wakatobi
-
Geliat Pelaku UMKM Camilan Coklat Dari Kawasan Transmigrasi, Viva Yoga: Sesuai Rencana Kementrans Akan Membangun Industri Coklat di Kawasan Transmigrasi
-
Sukseskan Program BIAN, Babinsa Talun Dampingi Kegiatan Imunisasi Anak di Wilayah Binaannya
-
Dandim 0808/Blitar Tinjau Langsung Kondisi Tanggul Irigasi Primer yang Jebol
-
Dandim 1710/Mimika Sambut Kedatangan Danrem 173/PVB Dalam Kunjungan Kerjanya Ke Kodim 1710/Mimika
-
TNI Membangun Menara Gereja di perbatasan Papua
-
Penguatan Ketahanan Pangan dengan Smart Farming dan Agritech
-
Kementerian PUPR akan Turut Berperan Aktif dalam Sector Ministers’ Meeting 2022
-
Upacara Militer Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa yang Gugur dalam Tugas
-
Bupati Bogor, Ade Yasin Ditangkap KPK Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)
-
Kapolres Pekalongan Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Kajen


