REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi melalui Bidang Penataan dan Penataan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (P4LH) menggelar sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah (GPBLHS) yang sebelum nya dinamakan Adiwiyata, sosialisasi diberikan untuk 20 sekolah tingkat SD dan SMP yang akan mengikuti lomba GPBLHS atau sebelumnya disebut Adiwiyata.
Dihubungi via telepon seluler, Senin (28/2/2022), Kepala Bidang P4LH pada DLH Kota Sukabumi, Firman Taufik mengatakan 20 sekolah tingkat SD dan SMP yang ikut dalam program GPBLHS tahun 2022 ada yang baru untuk tingkat kota Sukabumi, ada pula yang lanjut tingkatannya ke tingkat Provinsi dan Nasional.
“Beberapa waktu lalu kami menggelar sosialisasi GPBLHS atau Adiwiyata kepada 20 sekolah yang mengajukan untuk ikut lomba, memang berdasarkan aturan yang baru sekolah yang mengajukan berbeda di tahun tahun sebelum nya ada Pandemi Covid-19 yang menunjuk sekolah,” kata Firman.
Setelah sosialisasi digelar, DLH selanjutnya kata Firman, akan melakukan pembinaan tentang mekanisme pengisian aplikasi Adiwiyata baik untuk tingkat Kota maupun tingkat Provinsi atau Nasional, pihak sekolah yang baru mengikuti lomba, dianjurkan untuk mencari informasi atau pengalaman kepada sekolah lain yang telah menyandang predikat sekolah Adiwiyata tingkat Kota Provinsi dan Nasional.
Yang harus diperhatikan oleh sekolah yang ikut dalam lomba Adiwiyata diantaranya komitmen sekolah serius maju dalam program Adiwiyata, rencana program kegiatan dan pelaksanaanya,” tutur Firman.
Pada intinya output dari kegiatan GPBHLS atau Adiwiyata, lebih jelas Firman mengatakan sekolah bisa menjalankan perilaku dan tanggung jawabnya dalam upaya melestarikan fungsi lingkungan hidup dan peningkatan kualitas lingkungan hidup disekolah.
Program Adiwiyata sendiri telah dijalankan oleh Pemkot Sukabumi sejak tahun 2006, sampai tahun 2021 telah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata mandiri sebanyak 13 sekolah, Adiwiyata Nasional 11 sekolah, Adiwiyata provinsi 14 sekolah dan Adiwiyata tingkat Kota ada 18 sekolah.
“Kegiatan GPBHLS di sekolah diantaranya mengelola sampah mandiri, mulai dari pemilihan membuat pupuk kompos dengan menjalankan pula program 3R, kita juga berharap pemberian pengetahuan GPBHLS kepada siswa berdampak pula terhadap lingkungan di rumah dan sekitar nya,” ungkapnya.
Laporan : Lelly
Tags: kabupaten sukabumi
-
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
-
Sebanyak 498 KPM di Kecamatan Kangkung Kendal Menerima KKS
-
Peringati HUT Persit Ke-77, Persit KCK Koorcab Korem 174 Gelar Donor Darah
-
Kabidhumas Polda Jateng: Penutupan Seluruh Exit Tol di Jateng Diperpanjang Sampai 25 Juli 2021
-
Buka Pra-Kongres Kebudayaan Minahasa Tahun 2023, Wapres Minta Peran Aktif Masyarakat Untuk Kembangkan Budaya
-
Kapolri Instruksikan Percepat Penanganan Wilayah Bencana dan Tingkatkan Pelayanan Warga Kebutuhan Khusus
-
Dukung Upaya Pengakuan Masyarakat Adat, TEP UI – Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
-
Bakamla RI Geledah Tiga Kapal Tambang Pasir Ilegal di Perairan Karimun
-
Lagu “Kota Manado yang Kucintai” Sambut Kedatangan Presiden di Bunaken
-
Tim Lomba Polres Demak Serahkan Piala Lomba Hari Kemerdekaan RI ke-77 kepada Kapolres




