Lembaga Adat Kutai: Keberadaan IKN Jangan Hilangkan Bahasa dan Adat Kutai

REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Adanya IKN ini jangan menghilangkan kebudayaan Kutai yang ada di Kalimantan Timur. Semua yang ada di Kaltim khususnya bahasa, adat istiadat, pakaian adat ataupun kuliner agar tetap dipertahankan.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kutai Kesultanan Ing Martadipura Kalimantan Timur, Yusuf Cahaya Azam, di Samarinda, Jumat ( 17/6/2022).

“Harapan dengan adanya IKN ini, kami menginginkan jangan sampai menghilangkan kebudayaan Kutai yang ada di Kalimantan Timur. Kami menginginkan semua yang ada di Kaltim khususnya dari segi bahasa, adat istiadat, pakaian adat ataupun kuliner nantinya bisa dilibatkan di IKN apalagi ke depannya akan dibangun istana negara. Semoga nanti baju adat kami, makanan kami, bahasa kami bisa dimasukan dalam agenda budaya di Istana Negara, seperti tulisan-tulisan, yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Kutai,” tegasnya.

Yusuf menambahkan, menyambut hangat dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena adanya IKN merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Semua daerah menginginkan wilayahnya terpilih menjadi IKN. Sebagai  provinsi terbesar yang ada di Indonesia, sangat tepat IKN Nusantara berada di Kaltim.

“Tantangan IKN pindah ke Kaltim adalah agar kita mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Nanti, akan banyak sekali masyarakat yang akan datang ke Kaltim untuk mencari kerja atau mengembangkan bisnisnya. Sebagai masyarakat asli Kalimantan, kita harus mempunyai keterampilan yang tidak jauh beda dengan mereka. Salah satunya dengan mengembangkan pendidikan dan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat demi ikut mendukung pembangunan IKN Nusantara. Putra putri Kaltim nantinya bisa bergabung di dalam struktur Otorita IKN Nusantara. Kami siap untuk bekerja sama baik secara moril dan dukungan untuk kemajuan pembangunan IKN,” tutupnya mengakhiri.

Laporan : Ence 

Baca juga:  Menteri Suharso: Turnkey Project Diperlukan Untuk Mempercepat Penguasaan dan Penerapan Teknologi Industri

Tags: