Warga Mukomuko Manfaatkan Pemutihan Pajak Untuk Urus STNK Hilang dan Balik Nama Motor

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Bapenda berdasarkan Surat Keputusan No. 367/BAPENDA/2026 disambut antusias warga. Program yang berlangsung hingga 30 September 2026 ini memberikan pembebasan pokok tunggakan, denda, dan Bea Balik Nama (BBN2).

Salah satunya dimanfaatkan oleh warga pemilik sepeda motor Honda GL Pro tahun 2005 dan Kendaraan yang telah menunggak pajak selama bertahun-tahun dan STNK-nya hilang, akhirnya bisa diurus kembali tanpa harus membawa KTP pemilik pertama.

“Program ini sangat membantu kami sebagai pembeli kedua. Biasanya urus STNK hilang atas nama orang lain itu susah dan mahal, harus cari KTP pemilik awal. Alhamdulillah dengan pemutihan ini cukup pakai KTP sendiri dan buat surat pernyataan hilang bermaterai saja,” ujar pemilik kendaraan.

Kepala UPTD Samsat Mukomuko Suryadi SH menyebutkan, hingga akhir September tercatat lebih dari 8941 kendaraan telah memanfaatkan program pemutihan ini. Dan untuk balik nama masyarakat cukup membawa BPKB asli, KTP pemilik saat ini, surat kehilangan dari Polres, dan motor untuk cek fisik.

Program pemutihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib pajak kendaraan, sekaligus membantu warga yang kendaraannya masih atas nama orang lain untuk segera melakukan balik nama gratis.

“Kami imbau warga Mukomuko yang masih menunggak atau STNK hilang, segera manfaatkan sisa waktu dua hari ini. Setelah 30 September, semua keringanan akan hangus dan denda kembali normal,” tutupnya.

> *Total 8.941 unit* kendaraan sudah memanfaatkan program pemutihan pajak di Samsat Mukomuko.

Dimana Program pemutihan diperpanjang sampai 30 September 2026 (besok), dan dipastikan jumlah masyarakat yang memanfaatkan Program Pemutihan akan bertambah, artinya kesadaran warga Mukomuko untuk taat pajak sudah sangat tinggi berkat Program Pemutihan Pajak tahun 2026 ini.

Baca juga:  Berhasil Genjot Hasil Panen dan Tekan Biaya Produksi, Kadis Pertanian: Ayo Beralih ke Pupuk Organik

Laporan: Rahmadsyah Sipahutar.

Tags: